Alat
ParafrasePemeriksa Tata BahasaPeringkasDetektor AIPemeriksa PlagiarismePembuat SitasiPenerjemahPenghitung KataHumanizer AIPengubah HurufPemeriksa KeterbacaanGenerator JudulPembanding TeksPenghitung Frekuensi Kata
Perusahaan
Harga Blog Tentang
Bahasa
Masuk Daftar gratis
← Kembali ke blog Menulis

Kalimat aktif vs pasif: kapan memakai masing-masing

PW Putri Wijaya · 5 mnt baca · Juni 2026

Pada kalimat aktif subjek melakukan tindakan; pada kalimat pasif tindakan dikenakan pada subjek. “Tim merilis fitur itu” bersifat aktif; “Fitur itu dirilis oleh tim” bersifat pasif. Aktif biasanya lebih jelas dan lugas — tetapi pasif punya kegunaan nyata, dan penulis baik memilih dengan sengaja.

Cara mengenali bedanya

Kalimat aktif mengikuti urutan alami: siapa → melakukan apa → terhadap apa. Kalimat pasif membaliknya, menaruh penerima di depan dan sering memakai imbuhan di- serta kata “oleh”: ditulis oleh, sedang ditinjau, telah diputuskan. Bila tindakannya bisa berdiri tanpa pelaku jelas, kemungkinan besar itu pasif.

Mengapa aktif biasanya unggul

  • Lebih ringkas — “Kami membuat kesalahan” mengalahkan “Sebuah kesalahan telah dibuat.”
  • Lebih jelas — pembaca langsung tahu siapa melakukan apa.
  • Lebih kuat — terdengar percaya diri, bukan mengelak.

Kalimat pasif adalah cara klasik menghindar dari tanggung jawab (“telah terjadi kesalahan”), dan pembaca merasakannya.

Kapan pasif adalah pilihan tepat

Pasif tidak salah — ia sebuah alat. Pakai saat:

  • Pelaku tidak diketahui atau tidak penting: “Paket itu diantar kemarin.”
  • Kamu ingin menekankan penerima: “Pasien itu ditangani dalam hitungan menit.”
  • Dalam tulisan ilmiah, yang konvensinya memilih “sampel diukur”.

Kesalahannya bukan memakai pasif — melainkan memakainya tanpa sadar, di mana-mana, hingga tulisanmu jadi lembek.

Memperbaiki kalimat pasif dengan cepat

Tulis draf apa adanya dulu, lalu revisi. Jalankan teksmu lewat pemeriksa tata bahasa, yang menandai konstruksi pasif agar kamu memutuskan kasus per kasus. Untuk menulis ulang kalimat pasif jadi aktif yang lebih bertenaga, masukkan ke parafrasa mode Lancar. Dan bila tulisanmu “terasa berat”, pemeriksa keterbacaan sering melacaknya ke tumpukan kalimat pasif.

Patokan praktis

Utamakan aktif. Gunakan pasif secara sengaja, saat penerima lebih penting daripada pelaku. Memahami bedanya — dan memilih — itulah yang memisahkan tulisan jernih dari tulisan lembek.

Didukung AI — harap tinjau hasilnya sebelum digunakan.

Coba Phrasera gratis — tempel teksmu dan tulis ulang dalam bahasa apa pun. Tempel teksmu →