Sebagian besar kesalahan berasal dari sedikit “pelanggar berulang”. Kuasai sepuluh ini dan kamu akan menangkap mayoritas kesalahan sebelum orang lain melihatnya.
Yang sering keliru
- “di” imbuhan vs kata depan — imbuhan ditulis serangkai (dimakan, ditulis); kata depan ditulis terpisah (di rumah, di mana).
- Kata baku — memengaruhi (bukan mempengaruhi), praktik (bukan praktek), analisis (bukan analisa), cendekiawan (bukan cendikiawan).
- “di mana” yang berlebihan — sering dipakai meniru where dalam Inggris; banyak kalimat lebih baik tanpanya atau dengan “tempat/yang”.
- Awalan “me-” yang luruh — memengaruhi, memopulerkan (peluluhan huruf p/t/k/s).
- Imbuhan “ke-” vs kata depan “ke” — ke sekolah (terpisah), ketua (serangkai).
- Kata mubazir — “agar supaya”, “demi untuk”, “adalah merupakan” — pilih salah satu.
- Tanda baca pada “yang” — tidak didahului koma saat menjadi keterangan pembatas.
- Huruf kapital nama diri & geografi — Bahasa Indonesia, Pulau Jawa.
- Penulisan “pun” — terpisah (apa pun, siapa pun) kecuali pada kata baku (walaupun, meskipun).
- Singkatan tak baku — hindari “yg”, “dgn”, “tdk” dalam tulisan formal.
Tangkap otomatis
Kamu tak perlu menghafal tiap aturan. Jalankan drafmu lewat pemeriksa tata bahasa — ia menandai masalah tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan gaya, mengelompokkannya, dan menampilkan skor kebenaran, dalam 28 bahasa. Terima perbaikan yang kamu setujui; kendali tetap di tanganmu.
Lalu baca sekali lagi
Alat menangkap sebagian besar kesalahan mekanis, tetapi pembacaan akhir oleh manusia menangkap sisanya — terutama kesalahan tingkat makna. Kuasai sepuluh di atas, andalkan pemeriksa, dan baca sekali dengan suara keras. Kombinasi itu mengalahkan keduanya secara terpisah.
Didukung AI — harap tinjau hasilnya sebelum digunakan.