Paragraf yang baik mengembangkan satu gagasan: dibuka dengan kalimat topik, didukung dengan rincian, lalu ditautkan ke bagian berikut. Aturan satu-gagasan itulah seluruh rahasianya — saat paragraf mencoba dua hal, keduanya tak tergarap baik.
Struktur dasar
- Kalimat topik. Nyatakan satu gagasan paragraf di depan. Pembaca harus tahu paragraf ini tentang apa dari baris pertama.
- Kalimat pendukung. Dukung gagasan dengan bukti, contoh, penjelasan, atau rincian — biasanya dua sampai empat kalimat.
- Kalimat penutup atau penaut. Rangkum poinnya atau jembatani ke paragraf berikutnya agar tulisan mengalir.
Contoh
Kerja jarak jauh mengubah cara tim berkomunikasi. (topik) Tanpa obrolan lorong, keputusan kini terjadi secara tertulis — lebih mudah dilacak tetapi lebih lambat tercapai. (pendukung) Tim yang beradaptasi membangun kebiasaan menulis yang jelas; yang tidak tenggelam dalam rapat. (pendukung) Pergeseran ke arah menulis itulah sebabnya prosa yang jernih kini makin penting. (tautan)
Seberapa panjang sebuah paragraf?
Cukup panjang untuk mengembangkan gagasan, cukup pendek agar tetap terbaca — sering tiga sampai lima kalimat. Di web, lebih pendek lebih ramah. Paragraf yang memenuhi seluruh layar adalah pertanda untuk dipecah; pemeriksa keterbacaan membantu menemukan yang padat.
Satu gagasan per paragraf
Kesalahan paragraf paling umum adalah menjejalkan beberapa gagasan. Bila kamu tak bisa meringkas paragraf dalam satu frasa singkat, mungkin itu dua paragraf. Mulai paragraf baru tiap kali subjeknya bergeser.
Hubungkan paragrafmu
Paragraf seharusnya tak terasa seperti pulau. Pakai kata transisi dan kalimat penaut agar tiap paragraf menuntun alami ke berikutnya.
Poles
Begitu strukturnya benar, rapatkan kata-katanya: parafrasa membantu kalimat topik yang kaku mengena, dan pemeriksa tata bahasa menangkap kekeliruan. Benahi struktur satu-gagasan dulu — sisanya adalah penghalusan.
Didukung AI — harap tinjau hasilnya sebelum digunakan.